Postingan

Gambar
Guru Penggerak dari SMAN 1 Tembilahan Kabupaten Inhil Lulus Seleksi Tahap I SLW Batch 5 Tahun 2023 Berdasarkan Surat Keputusan Kemendikbudristek Nomor : 0727/B3/GT.01.00/2023, perihal Seleksi Tahap I Calon Peserta School Leadership Workshop (SLW) Batch 5 Tahun 2023, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menyelenggarakan School Leadership Workshop (SLW) Batch 5 bekerjasama dengan National Institute of Education (NIE) Singapura secara daring.  Seorang guru penggerak Kabupaten Indragiri Hilir atas nama Herlina Cahayati (SMAN 1 Tembilahan) lolos seleksi tahap 1 School Leadership Workshop (SLW) Batch 5 dan lanjut ke tahap berikutnya.  Program ini bertujuan untuk menjaring peserta yang potensial yang merupakan peserta seleksi semua Guru Penggerak Angkatan 5 yang berasal dari kabupaten/kota di seluruh provinsi Indonesia yang belum pernah menjadi sasaran SLW pada batch 1, 2, 3 dan 4. Proses seleksi tahap I yaitu dengan mengerjakan beberapa topik pelatihan mandiri pad...

KONEKSI ANTAR MATERI - MODUL 3.1

Gambar
1.  Bagaimana  filosofi  Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki  kaitan dengan     penerapan  pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin ? Pratap Triloka KHD yaitu  Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani. Ing ngarsa sung tuladha yaitu di depan dapat memberikan teladan yang baik bagi muridnya dan rekan sejawat, maupun anggota masyarakat. Guru harus dapat menganalisis dan mempertimbangkan matang-matang karena keputusan tersebut kelak akan menjadi contoh bagi murid-murid, rekan sejawat dan anggota masyarakat. In madya mangun karsa yaitu ditengah membangun kasrsa/kemampuan/semangat. Guru harus mampu mengambil keputusan-keputusan seperti teknik dan media mengajar haruslah yang berpihak kepada murid dan mampu membangkitkan karsa, semangat dan kemampuan muridnya. Tut wuri handayani yaitu dibelakang dapat memberikan mendorong kinerja murid untuk mengembangkan potensinya. Guru harus mampu mengambil keputusan terk...
Gambar
AKSI NYATA BUDAYA POSITIF LATAR BELAKANG Kemajuan teknologi yang begitu pesat memberikan dampak terhadap perkembangan karakter anak. Untuk itu sebagai pendidik perlu menerapkan kembali bidaya positif pada anak di lingkungan sekolah agar nantinya mereka mampu menyaring dampak negatif dari luar tersebut. Budaya positif di sekolah merupakan nilai-nilai keyakinan dan asumsi dasar yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan nilai-nilai yang dianut dan diyakini di sekolah. Budaya positif tersebut berisi kebiasaan-kebiasaan yang sudah disepakati bersama dan dijalankan dalam waktu yang lama dengan memperhatikan kodrat anak, dalam hal ini kodrat alam dan kodrat zaman serta keberpihakan pada anak. Dalam menciptakan budaya positif, guru tentunya harus bekerjasama dengan warga sekolah. Adanya kolaborasi antara pihak sekolah dengan masyarakat dalam menjalankan budaya positif dapat menciptakan karakter murid yang memiliki nilai-nilai profil pelajar pancasila. Tujuan mulia dari penerapan d...